Minggu, 30 Juni 2019

The Jali - jali HandBags by Cahaya Hafidza & Brother's adalah salahsatu kerajinan tangan Tas Anyaman Plastik, karya anak bangsa asli Indonesia, Tas anyaman plastik ini terbuat dari bahanbaku recycle plastic yang ramah lingkungan, kami akan terus memproduksi Tas - tas kerajinan khususnya anyaman plastik yang selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan sekaligus isu - isu global. Oleh karena terus berkembangnya isu tentang Global Warming serta pencemaran lingkungan akibat banyaknya limbah plastik yang terus merusak bumi maka, kami Cahaya hafidza & Brother's hanya akan memproduksi Tas - tas Kerajinan anyaman plastik yang ramah lingkungan saja. Lagipula kami selalu kedatangan pertanyaan soal itu terutama konsumen - konsumen yang dari luar negri atau untuk kebutuhan exsport.

DIFFERENT PRODUCT
Kami akan selalu menciptakan dan memproduksi produk yang berbeda dengan yang lain karena akmi sadar betul akan persaingan pasar yang sangat ketat terutama di pasar - pasar Asia. Kami sadar betul bahwa untuk bersaing di pasar global atau Internasional, sangat dibutuhkan yang namanya ciri khas. Semua itu karena kami masih dalam melakukan tahapan yang namanya Bran Building. Semua itu dengan harapan agar konsumen - konsumen yang semakin dan terus bertambah baik Lokal maupun Internasional nantinya akan mendapatkan produk - produk kami sesuai dengan standart quality control maksimal sehingga mereka bisa membedakan produk - produk Tas Kerajinan Anyaman Plastik dari kami Cahaya Hafidza & Brother's dengan yang lain. Mereka bisa membedakan dari segi kualitas, Desain, Warna - warna pilihan yang semakin variatif serta materials nya. Kami tidak segan - segan untuk merogoh kocek yang lumayan besar demi kepuasan pelanggan - pelanggan kami.

JALI - JALI HANDBAGS MATERIALS
Seperti yang telah kami sebutkan diatas bahwa kami memiliki pilihan warna yang lebih variatif dalam memproduksi Tas Anyaman Jali - jali ini :














Banyaknya pilihan warna adalah salahsatu cara kami dalam memnjakan pelanggan - pelanggan kami, karena kami faham betul bahwa keharusan dalam berinovasi adalah hal mutlak bagi kami baik dalam segi desain, warna dan Bahanbaku,

Semua yang kami lakukan diatas adalah semata - mata ingin menciptakan produk yang berkualitas, futuristik, tanpa meninggalkan ciri khas ke Indonesian nya. Bukan untuk menjadi pemenang, namun kami hanya berusaha untuk terus menjadi yang terbaik dalam dunia kerajinan tangan atau Handycraft khususnya dalam dunia Tas Kerajinan Anyaman Plastik.

SIZE JALI - JALI HANDBAGS :
PurpleGreen




PinkRed




White / BlackWhite / Orange


White / GreenWhite / Blue




BlueYellow




OrangeBrown


BlackWhite / Yellow




White / PinkWhite / Green

Waiting
Waiting


Salam Hangat

Cahaya Hafidza & Brother's
Ponorogo, East Java, Indonesia.


Senin, 17 Juni 2019

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, beragam suku atau etnis, beragam bahasa, beragam kebudayaan serta kekayaan sumber daya alam adalah potensi besar yang sebenarnya bisa membuat lebih dari 260 juta penduduknya sejahtera dan hidup makmur, asalkan kita mengetahui bagaimana caranya mengelola dan memanfaatkan potensi - potensi tersebut diatas secara benar, kreatif dan pantang menyerah.  Kenapa saya katakan harus secara benar, kreatif dan pantang menyerah, yach.....karena 3 hal tersebut itulah yang merupakan tahapan - tahapan dasar untuk memanfaatkan anugerah terbesar dari Tuhan yang telah diberikan kepada bangsa ini. Secara "BENAR" yang kami maksud adalah menggunakan dan memanfaatkan secara benar segala sumber daya tersebut bukan hanya  memanfaatkan dalam pengertian meng "EXPLOITASI"....... tetapi juga harus memikirkan keberlangsungan kehidupan dimasa yang akan datang tentang segala sumber daya tersebut bukan hanya sekedar self oriented tetapi juga harus "win - win solution" sehingga sumber daya tersebut dapat terus dipergunakan oleh generasi yang akan datang. Kemudian yang kedua haruslah "KREATIF", tidak hanya sekedar mengikuti trend pasar saja tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi - inovasi baru sehingga bisa menjadi trend pasar berikutnya. dan yang terakhir adalah "PANTANG MENYERAH", karena dengan mental pantang menyerah berarti kita akan menjadi pribadi - pribadi yang tangguh yang siap untuk bertarung ditengah - tengah persaingan global yang sangat ketat.

Bisnis kerajinan atau Handycraft yang dalam hal ini adalah Tas Kerajinan Anyaman Plastik, menurut kami adalah bisnis yang sangat - sangat ber orientasi masa depan yang masih punya peluang besar yang akan mampu bersaing ditengah - tengah perkembangan global saat ini yang serba digital, Kenapa kami katakan seperti itu, karena menurut kami se "moderen - moderen" nya dan se canggih - canggih zaman ini justru akan semakin membuat orang - orang nya semakin merindukan tentang ke "UNIK" an, semakin merindukan ke "KLASIK" an dan semakin merindukan "CIRI KHAS"  akan sesuatu. Perlu anda ketahui bahwa barang "KUNO" justru semakin melambung harganya dan menjadi buruan para milyarder di zaman sekarang, bukan karena bentuknya secara fisik akan tetapi nilai sejarahnya lah yang membuat harganya semakin mahal. Hal itulah yang membuat Bisnis Kerajinan atau Handycraft yang dalam hal ini adalah Kerajinan Tas Anyaman Plastik akan tetap bisa bertahan ke depan karena mengandung unsur ke "UNIK" an dan ke "KLASIK" an akan suatu produk. Karena kerajinan Tas Anyaman Plastik terdapat ke "CIRI KHAS" an yang menggambarkan daerah tertentu darimana produk itu berasal atau di ciptakan. 

Bisnis Kerajinan atau Handycraft yang dalam hal ini adalah Tas Kerajinan Anyaman Plastik juga mengandung nilai seni yang sangat tinggi dikarenakan ke "UNIK" an atau ke "KLASIK" an kenapa....??, karena produk tersebut tidak diciptakan atau di hasilkan produksinya oleh mesin - mesin canggih akan tetapi di hasilkan oleh tangan - tangan terampil manusia, oleh karenanya produk - produk kerajinan atau Handycraft selalu identik dengan sebutan "HANDMADE", oleh karenanya kami, Cahaya Hafidza & Brother's selalu memberi nama produk - produk kami dengan kata HandMade atau HandBags.....misalnya Ponorogo HandBags, Magelang HandBags, Boyolali HandBags, Pati HandBags dan seterusnya.

TAHAPAN BER BISNIS TAS KERAJINAN ANYAMAN PLASTIK BAGI PEMULA.

Yang perlu anda ketahui pertama kali jika ingin memulai bisnis tas kerajinan anyaman plastik adalah KETERSEDIAAN BAHAN BAKU, komponen ini adalah kunci pertama ketika ingin memulai bisnis ini, anda tidak boleh tergantung kepada satu produsen saja melainkan harus lebih....kenapa..??, jika anda tergantung hanya pada satu produsen penyedia bahanbaku kerajinan tas anyaman plastik maka tidak mustahil anda akan mengalami delay produksi yang secara otomatis juga akan mengakibatkan delay juga dalam melayani konsumen anda, kalau toh anda bergantung pada satu supplayer bahanbaku tas kerajinan anyaman plastik, anda wajib tau tujuan dari supplayer tersebut, apakah dia betul - betul hanya penjual bahanbaku tas anyaman plastik saja atau juga merupakan pemain dari bisnis ini juga (maksud saya...apakah supplayer tersebut juga merupakan penjual hasil produksi dari bahanbaku tersebut juga). 




Kalau iya berarti anda bersaing dengannya akan tetapi jika tidak, maka anda akan lebih beruntung karena tidak memiiki kompetitor yang pegang kendali pada ranah tersebut. Akan tetapi...kami Cahaya Hafidza & Brother's selain sebagai supplayer bahanbaku tas kerajinan anyaman plastik, kami juga memproduksi tas kerajinan anyaman plastik juga....meskipun demikian anda tidak perlu risau dengan kami karena kami Cahaya Hafidza & Brother's telah menetapkan Visi dan Misi kami dalam menggeluti bisnis ini adalah karena ingin membantu kepada para pengrajin tas anyaman plastik diseluruh pelosok nusantara terutama di pelosok - pelosok desa agar bisa lebih berkembang atau lebih gamblangnya......tujuan kami tidak sekedar profit oriented namun juga sosial oriented dan hal tersebut telah menjadi keyakinan kami yang menyebabkan bisnis kami bisa terus exis dan berkembang. 

Tahapan berikutnya adalah PASAR atau segment market. Anda perlu untuk memetakan pasar yang ingin anda tuju, apakah anda ingin berjualan hasil produk tas kerajinan anyaman plastik yang anda hasilkan  ke pasar - pasar tradisional lokal, nasional atau bahkan ingin menjualnya ke global market atau pasar internasional. Selain itu anda juga harus menentukan target konsumen yang ingin anda tuju, apakah di kalangan bawah, di kalangan middle low atau bahkan dikalangan middle up, karena hal tersebut juga berimbas pada kualitas serta kreativitas desain dari produk yang akan anda produksi. Semakin jelas segment market serta target konsumen yang ingin anda tuju maka akan memperjelas kreasi dalam memproduksi tas anyaman plastik tersebut.



Dan hal terakhir ketika ingin memulai bisnis tas kerajinan anyaman plastik menurut kami adalah "PARA PEKERJA / PENGANYAM". Ketika anda menjalin relasi dengan para penganyam, anda perlu bertanya kepada diri sendiri terlebih dahulu tentang niatan anda secara jujur ketika ingin memulai bisnis ini, apakah hanya sekedar mencari keuntungan pribadi sebesar - besarnya semata atau anda ingin membantu mereka dari sisi sosial ekonomi. Kami menilai secara universal bahwa setiap usaha atau berbisnis selalu berpatokan dengan hukum - hukum ekonomi yakni : carilah untung sebesar - besarnya dengan biaya produksi sekecil - kecilnya karena dengan demikian anda akan memperoleh manfaat secara materi yang besar pula. 


Hal itu tidak ada salahnya dan kami kira 75% orang yang berbisnis selalu seperti itu dan itu wajar, namun percayalah.......jika semua hasil yang kita peroleh dari setiap usaha yang kita geluti, apapun itu........akan lebih baik jika berprinsip pada kemaslahatan bagi banyak orang serta keberkahan rizki yang kita hasilkan. Namun, apapun tujuan anda ketika ingin memulai bisnis ini, saran kami....mulailah dengan sungguh - sungguh dan pantang menyerah.




Dan Selamat memulai........salam sukses dari kami.
Cahaya Hafidza & Brother's

Selasa, 16 April 2019




Kerajinan adalah salahsatu produk unggulan di negara kita Indonesia yang masuk dalam kategori produk ekonomi kreatif. Saat ini klaim tentang asal produksi kerajinan ( darimana produk kerajinan itu dihasilkan atau berasal ) masih di dominir oleh kota – kota besar di Indonesia, terutama kota – kota atau daerah – daerah yang mempunyai julukan “ KOTA TUJUAN WISATA “  yang di Indonesia sendiri selalu di dominasi seperti kota Jogjakarta, yang di kenal dengan kota Budaya atau Pulau Bali yang termasyur dengan julukan  “kota Tujuan pariwisata”.

Kecenderungan tersebut semakin meningkat seiring dengan banyaknya turis baik lokal maupun manca negara yang berkunjung atau berlibur ke daerah – daerah seperti yang kami sebutkan diatas. Hal ini mengakibatkan peluang bisnis perdagangan tarutama produk – produk kerajinan atau handycraft terbuka lebar di daerah – daerah tersebut meskipun hanya sebagai pajangan di etalase setiap toko, art shop dan sebagainya yang berfungsi sebagai ruang pamer untuk memperkenalkan produk – produk kerajinan mereka kepada turis – turis yang berkunjung ke daerah tersebut baik lokal maupun manca negara.



Tidak bisa kita pungkiri bahwa tempat – tempat tersebut adalah sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan produk -produk kerajinan hasil kreativitas kita agar bisa dikenal oleh banyak orang terutama turis manca negara. Sehingga, tanpa kita sadari bahwa hal tersebut dapat menciptakan “degradasi” bagi daerah asal itu sendiri dimana produk – produk itu di ciptakan atau di hasilkan. 

Sebagai contoh dalam hal industry kreatif kerajinan yang dalam hal ini adalah TasKerajinan anyaman plastic misalnya tas anyaman plastik yang dihasilkan dari daerah Ngawi Jawa Timur yang dalam katalog produk kami beri nama “NgawiHandBags”, atau Tas Anyaman Plastik yang di hasilkan dari kota Ponorogo Jawa Timur, yang dalam katalog kami beri nama “ Ponorogo HandBags”, juga produk TasKerajinan Anyaman Plastik yang di hasilkan atau di ciptakan dari daerah Magelang Jawa Tengah, yang dalam katalog kami beri nama “ Magelang HandBags” dan juga produk tas anyaman plastik yang dihasilkan atau di ciptakan dari kota Pati Jawa Tengah yang dalam katalog kami beri nama “ Pati HandBags” dan masih banyak lagi contoh lain yang tentunya tidak cukup satu lembar HVS untuk menuliskannya. Produk – produk kerajinan khususnya tas anyaman plastik sebagaimana kami sebutkan diatas akan sangat mudah atau banyak sekalli kita temukan di Jogjakarta, Bali, Jakarta dan seterusnya, sehingga orang lain yang dalam hal ini adalah turis manca negara selalu mengatakan bahwa produk tersebut berasal dari Bali, dari Jakarta, dari Yogyakarta dan seterusnya. Hal inilah yang kami sebut sebagai pen “degradasi” an terhadap kota asli atau kota asal di mana produk kerajinan tersebut dihasilkan.



Selain hal itu, kami juga melihat kurang berperannya pemerintah daerah atau kota dalam memaksimalkan perannya dalam mempromosikan produk asal daerahnya yang dalam hal ini produk kerajinan tas anyaman plastik. Atau mungkin pemerintah kota atau daerah masih belum menganggap atau belum menangkap potensi tentang produk kerajinan tas anyaman plastik yang sebenarnya berpotensi besar untuk mengangkat nama daerah tersebut dimata internasional. Atau bisa juga belum menganggap popular sebagai alat atau media untuk mengangkat nama daerah di mata dunia.

Karena hal tersebut diatas maka, kami hadir…..Cahaya hafidza &Brother’s hadir untuk itu semua, untuk mengangkat ke populeran kerajinan tas anyamanplastik serta daerah asal produk tersebut dihasilkan atau di ciptakan dimata internasional. Cahaya Hafidza & Brother’s hadir untuk membantu mengangkat nama - nama daerah dimana produk itu di hasilkan, hal ini kami buktikan salah satunya dengan cara memberi nama produk – produk kerajinan khususnya kerajinan tas anyaman plastik dengan mengikutsertakan nama daerah asal pada produk yang kami produksi seperti : Magelang HandBags, Ngawi Handbags, Ponorogo HandBags, Boyolali HandBags, Pati HandBags dan seterusnya. Itu adalah bentuk komitmen kami dalam memperkenalkan produk – produk kerajinan terutama kerajinan tasanyaman plastik di dunia Internasional, mengangkat nama-nama daerah atau kota dimana produk itu dihasilkan di mata dunia Internasional. Kami, Cahaya Hafidza& Brother’s tidak akan mengklaim bahwa itu adalah produk asli yang kami hasilkan, kami hanya fasilitator bagi para penganyam, para pekerja dalam industrykerajinan tas  anyaman plastik yang ada di desa – desa, di kampung – kampung yang tersebar diseluruh pelosok pulau Jawa dan target kami bisa membantu mengembangkan produk – produk kerajinan tasanyaman plastik yang ada di seluruh pelosok Indonesia.



Kami membantu memberikan fasilitas dalam hal ketersediaan bahanbakukerajinan tas anyaman plastik, membantu mngembangkan pemasaran hingga ke manca negara, memberi pelatihan berupa ketrampilan, mengelola keuangan agar mereka melek finansial yang tentunya akan dapat membantu kesejahteraan mereka para penganyam kerajinan tas anyaman palstik secara sosial dan ekonomi.

Kami , Cahaya Hafidza & Brother’s memiliki tekad dan keyakinan bahwa dengan upaya tersebut akan dapat membantu mengangkat nama – nama daerah asal kerajinan tas anyaman plastik di mata dunia internasional, menciptakan dampak positif bagi para pekerja, penganyam khusunya kerajinan tas anyaman plastik secara social dan ekonomi yang semoga ber efek pada kesejahteraan kehidupan mereka. Karena kami, Cahaya hafidza & Brother’s tidak sekedar berorientasi pada profit saja ( profit oriented ) akan tetapi juga berorientasi pada pemerataan oriented juga social oriented.

Jika Anda Membutuhkan Produk - produk Tersebut
Anda Bisa Menghubungi Kami pada Contact Person berikut ini :

e-mail   : cahayasuksesusaha@gmail.com
Tlp/WA  : +62 823 3156 1976

Jumat, 15 Maret 2019


Dewasa ini, persoalan sampah di perkotaan tak kunjung selesai. Kepadatan penduduk membuat konsumsi masyarakat tinggi lahan untuk sisa konsumsi terbatas. Hasil riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.
Persoalan semakin bertambah. Sampah konsumsi warga perkotaan itu ternyata banyak yang tidak mudah terurai, terutama plastik. Semakin menumpuknya sampah plastik menimbulkan pencemaran serius. Kantong plastik baru dapat mulai terurai paling tidak selama lebih dari 20 tahun di dalam tanah. Jika kantong plastik itu berada di air, akan lebih sulit lagi terurai. Kondisi ini disadari sebagian masyarakat dengan menumbuhkan upaya pengurangan sampah plastik.

Menurut Riset Greeneration, organisasi nonpemerintah yang 10 tahun mengikuti isu sampah, satu orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik per tahun. Di alam, kantong plastik yang tak terurai menjadi ancaman kehidupan dan ekosistem. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu Indonesia dalam kondisi darurat sampah. Namun, tidak semua masyarakat menyadari kondisi ini.
Menurut Yerri Noer Kartiko, Kepala Kantor Lingkungan Hidup di Kota Metro, Produksi sampah rerata per orang adalah 0,7 kilogram setiap harinya, dan hampir 1000 s.d. 7000 ton timbulan sampah setiap harinya yang diangkut ke TPA. Sumber timbulan sampah adalah kegiatan rumah tangga, komposisi sampah organik melebihi 50%, dibuang dan diangkut ke TPA berkisar 69%, yang belum terkelola sekitar 8,5% dan yang dimanfaatkan baru sekitar 7,5%, sebanyak 10% open burning dan buang sampah ke badan air/ air permukaan.
Lebih lanjut Yeri mengatakan dari 357 kota atau kabupatan yang dipantau baru sebanyak 43% kota yang Tempat Pembuangan Akhir Sampah yang telah non open dumping, sekurang-kurangnya controlled landfill.
Disamping itu, salah satu upaya pengelolaan sampah adalah Bank Sampah. Sampai dengan tahun 2015, di Indonesia telah berdiri 3533 unit Bank Sampah, yang telah berhasil mengelola sampah sebanyak 5.550.333 kilogram setiap bulan, memiliki nilai potensi ekonomi sebanyak 34 milyar setiap bulan dengan jumlah nasabah sebanyak 174.413 orang.
“Melihat kondisi ini Rencana jangka panjang sangat diperlukan dan mendesak bagi Pemerintah Kota Metro untuk memprioritaskan konversi TPA. Selain itu mulai menjadikan konsep smart city, sustainable environment city, green city, green and blue economy,” pungkasnya
Pemilahan sampah dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan pendekatan dari hulu ke hilir.
Pemilahan telah menjadi kewajiban, yang telah lama ditetapkan melalui kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS).
Selain itu, pelaksanaan pemilahan sampah merupakan hak untuk berperan serta oleh masyarakat, dalam rangka mewujudkan pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Sekaligus menjadi suatu kewajiban, akibat konsekuensi logis sebagai penghasil sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya juga harus ditingkatkan.
Masyarakat harus mengetahui, bahwa selama ini pembuangansampah pada tempatnya yang dilaksanakan selama ini, hanyalah memindahkan masalah sampah dari penghasil sampah, dikumpulkan, lalu kemudian menggunung di TPAS. Harapannya masyarakat mau untuk mengurangi volume timbulan sampah yang dihasilkan, melalui upaya penanganan dan pengurangan sampah. 

Pelaksanaan tersebut juga mencerminkan keadilan secara distributif. Suatu kewajaran, apabila mereka yang menghasilkan sampah lebih banyak menanggung kewajiban yang lebih berat dalam pemilahan sampah daripada yang menghasilkan lebih sedikit sampah. Secara umum, semakin tinggi komsumsi barang atau jasa maka semakin besar potensinya untuk menghasilkan lebih banyak sampah. Oleh karena itu, subsidi pengelolaan sampah selama ini cenderung dinikmati oleh masyarakat yang berpenghasilan tinggi.
Tanpa adanya pemilahan sampah, maka berbagai upaya pengolahan seperti daur ulang, penggunaan kembali, dan pemanfaatan kembalisampah yang dihasilkan sulit untuk diwujudkan, baik secara mandiri oleh masyarakat, komunitas, maupun skala besar di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS). Seandainya dapat dilaksanakan pun, terbukti pada tahap membutuhkan biaya operasional untuk transportasi dan pemilahan sampah di TPAS menjadi besar.
Realisasi kewajiban pemilahan sampah, tentu dapat menimbulkan suatu rangsangan bagi masyarakat atau sumber sampah, untuk meminimalisir timbulnya sampah yang dihasilkannya. Pemerintah dapat pula menggalakkan pengomposan. Pelaksanaan pengomposan tentu dapat meminimalisir sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Mengingat volume sampah organik, umumnya mencapai 70% dari keseluruhan volume sampah rumah tangga.
Dampaknya kemudian, diharapkan masyarakat semakin enggan untuk membeli produk yang menghasilkan lebih banyak sampah. Akibatnya, para produsen barang atau jasa, akan turut meminimalisir penggunaan kemasan atau proses produksi yang berpotensi meningkatkan timbulnya sampah yang dihasilkan dari produknya.
Dampak komulatifnya adalah timbulan volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dapat diminimalisir.
Pelaksanaan pemilahan yang baik tersebut secara tidak langsung mengakibatkan penghematan terhadap biaya transportasi sampah. Sebab, volume timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat menjadi berkurang. Para pengolah sampah skala kecil (pemulung), yang selama ini turut serta memanfaatkan sampah tentunya dapat turut serta meningkatkan kesejahteraannya. Kesuksesan pengelolaan sampah di TPAS Surakarta (Solo) dalam memberdayakan dan mensejahterakan para pemulung adalah layak menjadi contoh bagi aparatur pemerintahan.
Selaras dengan hal tersebut, sampah yang sampai di hilir, yang diolah lebih lanjut pada TPAS, akan menjadi berkurang. Sehingga beban atau biaya untuk operasional TPAS juga semakin berkurang.
Sebaiknya pemerintah mengkoreksi kebijakannya. Keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah menuntut kecerdasan, efesiensi dan efektivitas dalam menentukan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih optimal. 
Alangkah baiknya apabila pemerintah menjadi teladan. Memulai langkah awal dengan merealisasikan pemilahan sampah di seluruh kantor-kantor instansi pemerintahan terlebih dahulu. 
Setelah itu, barulah bersama-sama kalangan dunia usaha/ swasta untuk menggalakkan kegiatan pemilahan sampah. Lagipula, menurut Pasal 13 UUPS, telah mewajibkan kepada pengelola kawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya untuk menyediakan fasilitas pemilahan sampah. 
Pemilahan adalah adalah langkah awal, sekaligus langkah utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang efektif dan efisien. Pemilahan juga sangat realistis dilaksanakan oleh seluruh stakeholders. Semuanya dapat diwujudkan tanpa proyek ratusan miliar. Kuncinya adalah kesadaran masyarakat dan dunia usaha serta diiringi kerja keras dan kreativitas kebijakan aparatur pemerintah.

Sampah merupakan sebuah permasalahan sosial yang terus terjadi dalam setiap lapisan kehidupan. Bukan berarti tidak dicari solusinya, kini telah banyak upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan akut yang kian hari kian meresahkan ini. Bahkan, berbagai aspek kehidupan telah bekerja sama bahkan berlomba-lomba dalam menyelesaikannya. Salah satu bidang yang juga melirik upaya penyelesaian masalah penanggulangansampah ini adalah sektor bisnis.
Dilihat dari kaca mata bisnis, penanggulangan sampah merupakan sebuah peluang yang menjanjikan. Selain membuka pasar bagi perdagangan, bisnis yang dimulai dari upaya penanggulangan sampah pun menjadi hal yang menguntungkan. Bukan hanya menguntungkan dalam segi ekonomi, 5 alasan berikut juga merupakan alasan pentingnya bisnis penanggulangan sampah.




1.   Ramah lingkungan

Menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang meresahkan, saat ini pemecahan terhadap masalah sampah banyak bermunculan. Salah satu pemicunya adalah kesadaran manusia bahwa keberadaannya membuat manusia jadi lebih tidak nyaman untuk hidup dan menempati bumi, misalnya menakibatkan timbulnya banjir dan mengganggu ekosistem laut. Untuk itu, bisnispenanggulangan sampah hadir sebagai solusi yang tidak hanya memberikan keuntungan, tetapi juga sebagai upaya ramah lingkungan.  
Berbagai cara telah dilakukan, salah satunya membuat wadah makanan yang mudah terurai dari berbagai sisa makanan. Tujuannya adalah agar tidak menimbun terlalu banyak plastik dan menimbulkan kontaminasi tanah.  Selain membantu lingkungan, produk yang ramah lingkungan kini dapat memiliki pasarnya sendiri. Terdengar menguntungkan, bukan?



2.   Meningkatkan nilai guna

Apa yang terlintas di pikiran Anda mengenai sampah? Biasanya, sampah dianggap sebagai sebuah produk yang telah berada di tahap akhir, yakni sudah tidak terpakai dan tidak lagi memiliki nilia guna. Sebab, nilai gunanya telah dipakai melalui proses konsumsi sebelumnya.
Dengan adanya bisnis penanggulangan sampah, benda-benda tersebut diupayakan untuk memiliki kembali nilai gunanya. Setelah melalui berbagai proses pengolahan, sampah tersebut dapat kembali ke pasar dan diperjualbelikan. Selain itu, produk ini juga menarik berbagai konsumen dan memiliki pasar yang cukup luas.


3.   Meningkatkan taraf hidup

Dari sampah, telah banyak kesempatan hidup yang diciptakan. Bagaimana caranya? Tentu saja, dengan penciptaan lapangan pekerjaan dalam proses penanggulangan sampah. Salah satu kegiatan bisnis penanggulangan sampah adalah yang bergerak dalam pengumpulan sampah.
Saat ini telah bermunculan berbagai bisnis yang menyediakan jasa penanggulangan sampah. Dimulai dari diambilnya sampah dari rumah Anda hingga pengolahannya, semua membuka peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi berbagai lapisan masyarakat. Pada bagian inilah bisnispenanggulangan sampah berperan dalam meningkatkan taraf hidup.


4.   Memunculkan ide kreatif
Keberadaan sampah sebagai masalah sendiri memicu berbagai kalangan untuk membuat inovasi sebanyak-banyaknya. Tentu saja bukan hanya untuk menciptakan solusi, tetapi bagaimana membuat upaya penanggulangansampah ini juga bernilai ekonomi. Di sinilah berbagai ide kreatif akhirnya berlomba-lomba untuk muncul dan menggeliat untuk terlihat ke permukaan untuk merebut potensi pasar.



5.   Mengurangi permasalahan sosial

Munculnya upaya penanggulangan sampah sebagai sebuah solusi yang bernilai ekonomi juga berdampak pada permasalahan sosial. Kemiskinan, tingkat pengangguran, semuanya dapat diredam dengan munculnya berbagai peluang baik pekerjaan untuk pengolahan dan juga terbukanya sektor usaha. Masyarakat pun akhirnya mampu membuka kesempatan bagi dirinya sendiri, maupun orang lain.



Dengan adanya upaya penanggulangan sampah, keikutsertaan dalam upaya ramah lingkungan kini juga menambah pundi-pundi dalam kantung individu yang terlibat. Misalnya saja, munculnya sebuah jasa pengambilan sampah dari rumah ke rumah. Tahap selanjutnya pun demikian, dalam mengolahnya, sebuah bisnis penanggulangan sampah membutuhkan pekerja. Oleh sebab itu, perannya sangat penting bagi masyarakat.
Jika anda membutuhkan Kotak Sampah atau pembuatan Kotak Sampah, baik untuk di gunakan pribadi ataupun proyek pengadaan Kotak Sampah di pemerintahan Propinsi, Kabupaten, kecamatan atau di desa - desa. Anda bisa menghubungi kami Cahaya Hafidza & Brother's. Peluang Pengelolaan sampah ini kami manfaatkan untuk merekrut tenaga kerja baru yakni para perajin anyaman limbah plastik untuk mengerjakan order anda.

Cahaya Hafidza & Brother's Contact Person : 0823 3156 1976 / WA : 0823 3156 1976email : cahayasuksesusaha@gmail.com



CH & B Product

Kerajinan Tas Anyaman Plastik Ponorogo HandMade

Kerajinan Tas Anyaman Plastik Ngawi HandMade

Kerajinan Tas Anyaman Plastik Kaca Kristal HandMade

Kerajinan Tas Anyaman Plastik Magelang HandMade

Archive

Popular Posts

Follower